Beredar sebuah narasi melalui pesan berantai WhatsApp yang menyebut bahwa WHO telah mengakui jika sebanyak 500.000 warga Amerika meninggal bukan karena serangan virus Covid-19, melainkan disebabkan karena vaksin Covid-19.
Faktanya, klaim bahwa 500 ribu orang meninggal bukan karena Covid-19 melainkan karena vaksin adalah keliru. Mengutip dari pemberitaan dw.com, hingga berita ini dirilis, jumlah kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat (AS) sedikitnya telah mencapai 500.236 kasus, menurut data dari Universitas Johns Hopkins. AS sendiri menjadi negara dengan jumlah kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia. Sebanyak 20 persen kasus kematian dari hampir 2,5 juta kematian global berasal dari negara ini. Jumlah kematian di AS ini melebihi jumlah kematian orang Amerika dalam Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Vietnam jika digabungkan.
https://www.dw.com/id/kasus-kematian-covid19-di-as-tembus-500-ribu/a-56657964
Program inovasi Bidang Persandian berbasis kinerja utama dan unggulan Dinas Kominfo dan Persandian Kab. Buleleng adalah Satgas Cyber Incident Response Team (CIRT) merupakan tim kolaborasi yang bersinergi dalam merespon cepat penanganan kejahatan siber untuk mengawal pimpinan dan generasi millenial dari selengkapnya...